SERUKAN DAKWAH ITU TANPA PAMRIH
Sampaikanlah kebenaran islam tanpa pamrih, sampaikanlah dengan
ikhlas, dengan perjuangan lahir dan batin, perjuangan dengan segenap
yang kita miliki,Memaksimalkan dan mengoptimalkan.
Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka
ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu
dalam menyampaikan. " Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk
seluruh ummat. (QS. 6 AL-AN’AM:90)
Katakanlah: "Aku tidak
meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu ,
melainkan orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya.(QS
Furqon:57)
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", Maka upah
dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah pemberi rezki yang paling
baik. (QS. 23 AL-MU’MINUUN:72)
Dan aku sekali-kali tidak minta
upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu ; Upahku tidak lain hanyalah dari
Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':109)
Dan sekali-kali
aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu ; Upahku tidak lain
hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':127)
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu , Upahku
tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':145)
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu ; Upahku
tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':164)
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu ; Upahku
tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':180)
Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku
tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah
kamu memikirkan?" (QS. 11 HUUD:51)
Dan (dia berkata): "Hai
kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu bagi seruanku . Upahku
hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang
yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya,
akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak Mengetahui". (QS. 11
HUUD:29)
Katakanlah: "Upah apapun yang aku minta kepadamu, Maka
itu untuk kamu[ *]. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha mengetahui
segala sesuatu". (QS.34 SABA’:47)
[*] Yang dimaksud dengan
Perkataan ini ialah bahwa Rasulullah s.a.w. sekali-kali tidak meminta
upah kepada mereka. tetapi yang diminta Rasulullah s.a.w. sebagai upah
ialah agar mereka beriman kepada Allah. & iman itu ialah buat
kebaikan mereka sendiri
Katakanlah: "Aku tidak meminta upah
sedikitpun padamu atas da'wahku dan bukanlah aku Termasuk orang-orang
yang mengada-adakan. (QS. 38 SHAAD:86)
Jika kamu berpaling, aku
tidak meminta upah sedikitpun dari padamu . Upahku tidak lain hanyalah
dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku Termasuk golongan
orang-orang yang berserah diri". (QS. YUNUS:72)
Dan kamu
sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka , itu tidak lain hanyalah
pengajaran bagi semesta alam. (QS. 12 YUSUF:104).
Dan para
sahabat yang berkelana meninggal serta dimakamkan di berbagai pelosok
penjuru negeri seberang itu sama sekali tidak meminta upah, bahkan,,,
sekedar ucapan terima kasih pun mereka tidak mengharapkan sama sekali.
QS.76 Insaan (Manusia): 9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu
hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah , Kami tidak menghendaki
Balasan dari kamu dan tidak pula terima kasih
Kehidupan ini
bukanlah untuk memberhalakan materi atau untuk takut menghadapi masa
depan & kesejahteraanya. Masa depan ada ditangan Allah, Dia-lah yang
menjaminnya.
Banyak orang memandang “MASA DEPAN IALAH HARTA, KEKAYAAN, JABATAN, POSISI, NAMA, RUMAH, KENDARAAN, ISTRI”.
Dia memikirkan rumah padahal ia sujud di hadapan Allah
Dia teringat pekerjaan dunia padahal ia sedang membungkuk ruku
Dia memikirkan dunia padahal ia sedang tahiyyat pada Allah
Cita-cita dan keberanian muslim seperti apakah itu?
Ia mencintai demi dunia
Ia bekerja untuk dunia
Ia mencurahkan pikiran & tenaga untuk dunia
Ia berkorban untuk dunia
Bahkan tak jarang beberapa saudara yang meninggal demi dunia
Semua itu bukanlah masa depan, masa depan sejati ialah keimanan &
pengorbananmu paa Allah Azza wa Jalla, hingga Allah ridha pada seluruh
niat tulus & ikhlasmu untuk mengabdi padaNYA.
QS.6 An'aam:162 Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam
Sungguh, seorang mulia guru yang agung, Rasulullah Muhammad SAW telah
mendidik murid-muridnya agar berani mempertaruhkan jiwa mereka demi
menggapai ridha-NYA.
QS.9 Taubah:111. Sesungguhnya Allah telah
membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan
surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka
membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah
di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati
janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli
yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.
Maka para sahabat bersegera mendatangi Rasulullah Muhammad SAW dan
menawarkan nyawa mereka sebagai barang dagangannya untuk ditukar dengan
surga sebagai harga pembeliannya. Dan transaksi pun terjadi.
Suatu ketika, Ibnu Rawahah mendatangi Rasulullah Muhammad SAW, dan
berkata: “Wahai Rasulullah, apa yang engkau inginkan dari kami?”
Rasulullah Muhammad SAW menjawab: “Aku ingin kalian membelaku sebagaimana kalian membela anak Istri dan harta-harta kalian.”
“Apa yang akan kami dapatkan jika kami melakukannya?”
“Kalian akan mendapatkan surga-NYA.”
“Betul-betul jual beli yang menguntungkan.” Kata Ibnu Rawahah. “Demi
Allah, aku tak akan membatalkan dan aku tak akan meminta pembatalan.”
Katanya seraya beranjak dari tempat duduknya.
Di zaman
Rasulullah Muhammad SAW, para sahabat banyak yang dipaksa & disiksa
oleh para kafir jahilliyyah agar meninggalkan Islam dan kembali memeluk
berhala-berhala, bahkan tak jarang sampai dibunuh setelah disiksa
sedemikian rupa tetap kokoh pada syahadat.
Ada yang ditarik 4
kuda pada 2 tangan & 2 kakinya, ada yang dicambuk hingga
berdarah-darah, ada yang disayat-sayat kulitnya, ada yang diseret kuda
sekian jauhnya, dan masih banyak lainnya.
QS.89 Al-Fajr: 27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.
Bagaimana bisa kita melihat beberapa saudara kita menjadi murtad dari
agamanya menjadi kafir hanya karena sesuap nasi? Sekeping harta?
Seonggok pekerjaan? Secuil cinta manusia? Demi dunia fana? Naudzubillah,
alangkah meruginya mereka.
Sementara para sahabat
mempertaruhkan jiwa, raga & nyawa hingga Islam dapat tersebar ke
seluruh dunia. Ja’far bin Abi Thalib terputus tangan kanannya oleh
sabetan pedang dalam perang Mu’tah, lalu ia meraih bendera perang
bendera Tauhid dan dipegangnya dengan tangan kirinya. Namun tangan
kirinya pun terputus, sontak ia mendekap bendera itu dengan dadanya,
hingga dadanya pun terkena pedang lawan dan berujar sambil tersenyum
lega telah memberikan hidup matinya demi kejayaan Islam.
Umair
bin Humam mendengar seruan Rasulullah Muhammad SAW, kepada para sahabat
dalam perang Badar: “Kalian jangan bertindak apa pun, sampai aku
memerintahkannya!” Begitu teriakan Rasulullah Muhammad SAW.
Dan
ketika orang-orang musrik semakin mendekat, Rasulullah Muhammad SAW pun
berseru: “Bangkitlah kalian menuju surga Allah yang luasnya meliputi
langit dan bumi!”
Mendengar seruan itu, Umair bin Humam berkata: “Wahai Rasulullah, benarkah menuju surga luasnya meliputi Langit & Bumi?”
“Ya”, jawab Rasulullah Muhamad SAW.
“Bagus!” Kata Umair lagi.
“Apa maksudmu mengatakan: bagus?”
“Tidak wahai Rasulullah, Aku hanya ingin termasuk salah satu penghuninya!”
“Engkau memang termasuk penghuninya.” Ujar Rasulullah Muhammad SAW.
Umair mengeluarkan kurma dari sebuah wadah yang dibawanya, dan ia
memakan sebaiannya, namun kemudian ia berkata: “Jika aku masih hidup
hingga dapat memakan kurma sisanya, itu berarti kehidupan yang panjang!”
Umair pun melemparkan sisa kurma yang ada dalam genggamannya, kemudian
ia menyerbu musuh, hingga ia mati syahid. HR. Muslim 4871, Ahmad 12144,
Baihaqi dalam Kitab Sunan 18283.
Betapa jauhnya sikap &
kecintaan para sahabat yang rela berkorban tenaga, pikiran, harta, jiwa,
raga dan bahkan nyawanya dibanding dengan beberapa diantara kita yang
hanya mendengar orang berdakwah & menyampaikan saja hati kita sudah
berkata: SOK SUCI KAMU !!! Mana mungkin dia berkorban tenaga, pikiran,
harta, jiwa, raga & bahkan nyawa sedang mendengar saja sudah panas
telinga?
Dari itu saudara saudari sekalian, keimanan kita perlu dikoreksi masing-masing.
Sudah sempurnakah iman kita?
Apa tujuan kita di dunia ini?
Apa yang telah kita lakukan selama puluhan tahun kemarin?
Sisa umur kita akan digunakan untuk apa?
Puluhan tahun lalu telah kita sia-siakan, apakah sisanya akan kita tunda-tunda pula?
Satu hal yang tak kalah pentingnya ialah menghidupkan kembali kewajiban dakwah PADA SETIAP INDIVIDU MUSLIM.
Suatu masa, Rasulullah Muhammad SAW melihat kepulan debu di tengah
gurun pasir yang menandakan sebuah rombongan besar dalam perjalanan
tengah menghampiri mekah. Beliau bergegas berkemas dan berbekal
secukupnya.
Saat rombongan tiba, Rasulullah Muhammad SAW
meminta izin pada kepala rombongan untuk menyertai karena Rasulullah
Muhammad SAW ingin menuju kota yang kebetulan satu arah.
Dengan
berjalan kaki, Rasulullah Muhammad SAW mengikuti rombongan itu dengan 1
tujuan, menyampaikan Islam pada rombongan itu. Di dalam perjalanan
& disela-sela istirahat, beliau menyampaikan Islam semata agar ingin
mereka bahagia di dunia & selamat di akhirat.
Dan setelah
rombongan tersebut paham & menerima Islam, barulah Rasulullah
Muhammad SAW kembali ke mekah dengan berjalan kaki. Padahal jaraknya
hingga 2 hari perjalanan kaki.
Bayangkan, Rasulullah Muhammad
SAW rela berkorban tenaga, pikiran, waktu, harta, jiwa & raga hanya
demi kecintaannya pada umat manusia. Bagaimana dengan kita?
QS.9 Taubah:128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang
terhadap orang-orang mukmin.
Beginilah seharusnya kita sebagai seorang Muslim, rela berkorban tenaga demi Allah & Rasul
Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu, bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah. QS.33 Ahzab:21
Rasulullah Muhammad SAW datang
dengan penuh keramahan dan kelembutan. Tidaklah kelembutan dan keramahan
itu pada suatu perkara, kecuali perkara itu akan semakin indah. Dan
tidaklah keduanya tercerabut dari perkara, kecuali perkara itu akan
tercela.
Ketika Allah mengutus Nabi Musa A.S. & Nabi Harun
A.S. untuk menghadapi Fir’aun, Allah berfirman pada mereka berdua di
tengah perjalanannya:
QS.20 Thaahaa:44. Maka berbicaralah kamu
berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia
ingat atau takut".
Dan memang lemah lembut itu sangat
mengagumkan akibatnya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Senyummu pada
saudaramu adalah sedekah.” HR. Tirmidzi 1961, Ibnu Hibban 473,
Al-Misykat 1911
Rasulullah Muhammad SAW yang pengasih itu juga
bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan orang yang paling aku cintai dan
paling dekat denganku di hari kiamat? Yaitu orang yang baik terbaik
akhlaknya di antara kalian.” HR. Tirmidzi 2025, Ahmad 17401, 17412, Ibnu
Hibban 481, 5460
QS.68 Qalam: 4. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
QS.3 Ali Imran: 159. Dia menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya;
membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat
dan Injil,
QS.9 Taubah: 128. Sungguh telah datang kepadamu
seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu,
sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas
kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar