Powered By Blogger

Selasa, 03 September 2013

SERUKAN DAKWAH ITU TANPA PAMRIH

SERUKAN DAKWAH ITU TANPA PAMRIH

Sampaikanlah kebenaran islam tanpa pamrih, sampaikanlah dengan ikhlas, dengan perjuangan lahir dan batin, perjuangan dengan segenap yang kita miliki,Memaksimalkan dan mengoptimalkan.

Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan. " Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat. (QS. 6 AL-AN’AM:90)

Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu , melainkan orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya.(QS Furqon:57)

Atau kamu meminta upah kepada mereka?", Maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah pemberi rezki yang paling baik. (QS. 23 AL-MU’MINUUN:72)

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu ; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':109)

Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu ; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':127)

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu , Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':145)

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu ; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':164)

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu ; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26 Asy Syu'araa':180)

Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan?" (QS. 11 HUUD:51)

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu bagi seruanku . Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak Mengetahui". (QS. 11 HUUD:29)

Katakanlah: "Upah apapun yang aku minta kepadamu, Maka itu untuk kamu[ *]. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu". (QS.34 SABA’:47)

[*] Yang dimaksud dengan Perkataan ini ialah bahwa Rasulullah s.a.w. sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka. tetapi yang diminta Rasulullah s.a.w. sebagai upah ialah agar mereka beriman kepada Allah. & iman itu ialah buat kebaikan mereka sendiri

Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da'wahku dan bukanlah aku Termasuk orang-orang yang mengada-adakan. (QS. 38 SHAAD:86)

Jika kamu berpaling, aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu . Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku Termasuk golongan orang-orang yang berserah diri". (QS. YUNUS:72)

Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka , itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. (QS. 12 YUSUF:104).

Dan para sahabat yang berkelana meninggal serta dimakamkan di berbagai pelosok penjuru negeri seberang itu sama sekali tidak meminta upah, bahkan,,, sekedar ucapan terima kasih pun mereka tidak mengharapkan sama sekali.

QS.76 Insaan (Manusia): 9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah , Kami tidak menghendaki Balasan dari kamu dan tidak pula terima kasih

Kehidupan ini bukanlah untuk memberhalakan materi atau untuk takut menghadapi masa depan & kesejahteraanya. Masa depan ada ditangan Allah, Dia-lah yang menjaminnya.

Banyak orang memandang “MASA DEPAN IALAH HARTA, KEKAYAAN, JABATAN, POSISI, NAMA, RUMAH, KENDARAAN, ISTRI”.

Dia memikirkan rumah padahal ia sujud di hadapan Allah
Dia teringat pekerjaan dunia padahal ia sedang membungkuk ruku
Dia memikirkan dunia padahal ia sedang tahiyyat pada Allah
Cita-cita dan keberanian muslim seperti apakah itu?

Ia mencintai demi dunia
Ia bekerja untuk dunia
Ia mencurahkan pikiran & tenaga untuk dunia
Ia berkorban untuk dunia
Bahkan tak jarang beberapa saudara yang meninggal demi dunia

Semua itu bukanlah masa depan, masa depan sejati ialah keimanan & pengorbananmu paa Allah Azza wa Jalla, hingga Allah ridha pada seluruh niat tulus & ikhlasmu untuk mengabdi padaNYA.

QS.6 An'aam:162 Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam

Sungguh, seorang mulia guru yang agung, Rasulullah Muhammad SAW telah mendidik murid-muridnya agar berani mempertaruhkan jiwa mereka demi menggapai ridha-NYA.

QS.9 Taubah:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.

Maka para sahabat bersegera mendatangi Rasulullah Muhammad SAW dan menawarkan nyawa mereka sebagai barang dagangannya untuk ditukar dengan surga sebagai harga pembeliannya. Dan transaksi pun terjadi.

Suatu ketika, Ibnu Rawahah mendatangi Rasulullah Muhammad SAW, dan berkata: “Wahai Rasulullah, apa yang engkau inginkan dari kami?”

Rasulullah Muhammad SAW menjawab: “Aku ingin kalian membelaku sebagaimana kalian membela anak Istri dan harta-harta kalian.”

“Apa yang akan kami dapatkan jika kami melakukannya?”
“Kalian akan mendapatkan surga-NYA.”
“Betul-betul jual beli yang menguntungkan.” Kata Ibnu Rawahah. “Demi Allah, aku tak akan membatalkan dan aku tak akan meminta pembatalan.” Katanya seraya beranjak dari tempat duduknya.

Di zaman Rasulullah Muhammad SAW, para sahabat banyak yang dipaksa & disiksa oleh para kafir jahilliyyah agar meninggalkan Islam dan kembali memeluk berhala-berhala, bahkan tak jarang sampai dibunuh setelah disiksa sedemikian rupa tetap kokoh pada syahadat.

Ada yang ditarik 4 kuda pada 2 tangan & 2 kakinya, ada yang dicambuk hingga berdarah-darah, ada yang disayat-sayat kulitnya, ada yang diseret kuda sekian jauhnya, dan masih banyak lainnya.

QS.89 Al-Fajr: 27. Hai jiwa yang tenang.

28. Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

Bagaimana bisa kita melihat beberapa saudara kita menjadi murtad dari agamanya menjadi kafir hanya karena sesuap nasi? Sekeping harta? Seonggok pekerjaan? Secuil cinta manusia? Demi dunia fana? Naudzubillah, alangkah meruginya mereka.

Sementara para sahabat mempertaruhkan jiwa, raga & nyawa hingga Islam dapat tersebar ke seluruh dunia. Ja’far bin Abi Thalib terputus tangan kanannya oleh sabetan pedang dalam perang Mu’tah, lalu ia meraih bendera perang bendera Tauhid dan dipegangnya dengan tangan kirinya. Namun tangan kirinya pun terputus, sontak ia mendekap bendera itu dengan dadanya, hingga dadanya pun terkena pedang lawan dan berujar sambil tersenyum lega telah memberikan hidup matinya demi kejayaan Islam.

Umair bin Humam mendengar seruan Rasulullah Muhammad SAW, kepada para sahabat dalam perang Badar: “Kalian jangan bertindak apa pun, sampai aku memerintahkannya!” Begitu teriakan Rasulullah Muhammad SAW.

Dan ketika orang-orang musrik semakin mendekat, Rasulullah Muhammad SAW pun berseru: “Bangkitlah kalian menuju surga Allah yang luasnya meliputi langit dan bumi!”

Mendengar seruan itu, Umair bin Humam berkata: “Wahai Rasulullah, benarkah menuju surga luasnya meliputi Langit & Bumi?”

“Ya”, jawab Rasulullah Muhamad SAW.
“Bagus!” Kata Umair lagi.
“Apa maksudmu mengatakan: bagus?”
“Tidak wahai Rasulullah, Aku hanya ingin termasuk salah satu penghuninya!”
“Engkau memang termasuk penghuninya.” Ujar Rasulullah Muhammad SAW.

Umair mengeluarkan kurma dari sebuah wadah yang dibawanya, dan ia memakan sebaiannya, namun kemudian ia berkata: “Jika aku masih hidup hingga dapat memakan kurma sisanya, itu berarti kehidupan yang panjang!”

Umair pun melemparkan sisa kurma yang ada dalam genggamannya, kemudian ia menyerbu musuh, hingga ia mati syahid. HR. Muslim 4871, Ahmad 12144, Baihaqi dalam Kitab Sunan 18283.

Betapa jauhnya sikap & kecintaan para sahabat yang rela berkorban tenaga, pikiran, harta, jiwa, raga dan bahkan nyawanya dibanding dengan beberapa diantara kita yang hanya mendengar orang berdakwah & menyampaikan saja hati kita sudah berkata: SOK SUCI KAMU !!! Mana mungkin dia berkorban tenaga, pikiran, harta, jiwa, raga & bahkan nyawa sedang mendengar saja sudah panas telinga?

Dari itu saudara saudari sekalian, keimanan kita perlu dikoreksi masing-masing.

Sudah sempurnakah iman kita?
Apa tujuan kita di dunia ini?
Apa yang telah kita lakukan selama puluhan tahun kemarin?
Sisa umur kita akan digunakan untuk apa?
Puluhan tahun lalu telah kita sia-siakan, apakah sisanya akan kita tunda-tunda pula?

Satu hal yang tak kalah pentingnya ialah menghidupkan kembali kewajiban dakwah PADA SETIAP INDIVIDU MUSLIM.

Suatu masa, Rasulullah Muhammad SAW melihat kepulan debu di tengah gurun pasir yang menandakan sebuah rombongan besar dalam perjalanan tengah menghampiri mekah. Beliau bergegas berkemas dan berbekal secukupnya.

Saat rombongan tiba, Rasulullah Muhammad SAW meminta izin pada kepala rombongan untuk menyertai karena Rasulullah Muhammad SAW ingin menuju kota yang kebetulan satu arah.

Dengan berjalan kaki, Rasulullah Muhammad SAW mengikuti rombongan itu dengan 1 tujuan, menyampaikan Islam pada rombongan itu. Di dalam perjalanan & disela-sela istirahat, beliau menyampaikan Islam semata agar ingin mereka bahagia di dunia & selamat di akhirat.

Dan setelah rombongan tersebut paham & menerima Islam, barulah Rasulullah Muhammad SAW kembali ke mekah dengan berjalan kaki. Padahal jaraknya hingga 2 hari perjalanan kaki.

Bayangkan, Rasulullah Muhammad SAW rela berkorban tenaga, pikiran, waktu, harta, jiwa & raga hanya demi kecintaannya pada umat manusia. Bagaimana dengan kita?

QS.9 Taubah:128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Beginilah seharusnya kita sebagai seorang Muslim, rela berkorban tenaga demi Allah & Rasul

Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. QS.33 Ahzab:21

Rasulullah Muhammad SAW datang dengan penuh keramahan dan kelembutan. Tidaklah kelembutan dan keramahan itu pada suatu perkara, kecuali perkara itu akan semakin indah. Dan tidaklah keduanya tercerabut dari perkara, kecuali perkara itu akan tercela.

Ketika Allah mengutus Nabi Musa A.S. & Nabi Harun A.S. untuk menghadapi Fir’aun, Allah berfirman pada mereka berdua di tengah perjalanannya:

QS.20 Thaahaa:44. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut".

Dan memang lemah lembut itu sangat mengagumkan akibatnya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Senyummu pada saudaramu adalah sedekah.” HR. Tirmidzi 1961, Ibnu Hibban 473, Al-Misykat 1911

Rasulullah Muhammad SAW yang pengasih itu juga bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku di hari kiamat? Yaitu orang yang baik terbaik akhlaknya di antara kalian.” HR. Tirmidzi 2025, Ahmad 17401, 17412, Ibnu Hibban 481, 5460

QS.68 Qalam: 4. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

QS.3 Ali Imran: 159. Dia menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,

QS.9 Taubah: 128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar