Powered By Blogger

Selasa, 03 September 2013

CINTA ISLAM SAMPAI MATI

QS.9 Taubah:24. Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang FASIK.

Mencintai ALLAH dan Rasul-Nya melebihi dari segalanya adalah jalan menuju keselamatan yang hakiki. ALLAH, Dialah yang paling berhak untuk dicintai, yang lebih patut menjadi labuhan hati dibandingkan orang tua, anak, bahkan diri sendiri. Inilah maqom tertinggi berbagai tingkatan cinta bagi para pencari cinta.

MERUGILAH ORANG YANG MENCINTAI LAINNYA LEBIH DARI CINTA PADA ALLAH & RASUL-NYA

QS.9 Taubah:120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah dan tidak patut bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul ...

“Saat seorang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hari kiamat, beliau menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Apa yang sudah kau persiapkan untuknya?” Orang itu menjawab, ‘Tidak ada lain kecuali bahwa saya mencintai ALLAH dan Rasul-Nya.’ Rasulullah bersabda : ‘Engkau beserta orang yang engkau cintai . ” (HR. Bukhari Muslim)

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Qur’an surat ke 49 Hujuraat: 7-8

7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu INDAH di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

8. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Sungguh cinta kita kepada kedua orang tua, keluarga dan dunia tidak boleh melebihi cinta kita kepada Rasul-Nya, yaitunabi Muhammad SAW. Dari Anas ra., dia berkata bahwa Nabi bersabda :

QS.33 Ahzab:6. Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka . Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik[*] kepada saudara-saudaramu. Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab.

[*]Berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta.

Kecintaan kita pada Rasulullah itu mengikuti kecintaan kita pada ALLAH SWT. Dan ini merupakan buah kecintaan kita kepada-Nya.

Saat Rasulullah Muhammad SAW tiba di madinah, orang-orang yahudi menghampirinya seraya pura-pura bersin di hadapan beliau, kemudian mereka berkata: “Kami mencintai Allah, tapi kami tidak akan mengikutimu.”

Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku , niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. QS.3 Ali Imran:31

Jika seorang mempunyai kekasih, tentu ia akan berusaha menjadi seperti apa yang diinginkan dambaannya itu. Maka tak jarang kita melihat seorang yang tadinya brutal menjadi baik, yang tadinya nakal menjadi saleh, yang tadinya hura-hura menjadi bersahaja, yang tadinya tidak peduli sesama muslimin kini menjadi peduli.

Kecintaan pada Allah ialah Rasull terbukti dari ketaatannya menjalankan perintah & menjauhi larangan tanpa paksaan, ia terbukti pula dari pengorbanannya pada Islam, baik berupa tenaga, fikiran, waktu, harta, jiwa, raga dan bahkan nyawa.

Bangun pagi yang dipikirkan ialah umat & Islam
Akan tidur yang dipikirkan ialah bagaimana Islam dapat bangkit
Saat ada waktu luang yang dipikirkan ialah permasalahan umat
Ingin sekali semua orang beriman & berislam secara kaffah
Ingin sekali semua orang selamat dari neraka
Sedih melihat kanan kirinya diadzab gempa karena bermaksiat
Sendu melihat saudaranya Islam keturunan belum shaleh / shaliha

Pilu menyaksikan saudara lain murtad menjadi kafir,

Sakit dan mendidih darah jika mengetahui saudara muslim Dibantai,dihinakan

Saat akan tidur pun dia niatkan sebagai istirahat untuk menghimpun kembali tenaga dalam berjuang dijalan-NYA

“TIDAK BERIMAN salah seorang dari kalian sehingga aku lebih dicintai daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

QS. 9 Taubah: 128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu , Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Saking cinta pada kita, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

“Setiap Nabi diberi doa yang pasti akan dikabulkan oleh Allah, namun aku menyimpan doa itu agar dihari kiamat dapat kugunakan untuk menyelamatkan umatku.” HR. Muslim

Jika ingin, Rasulullah Muhammad SAW dapat meminta doa yang membuatnya tenar dan terhebat diantara para Nabi, namun beliau tidak melakukannya, beliau Rasulullah Muhammad SAW menyimpannya untuk kita dihari akhir nanti.

Nabi saw telah menjadikan kecintaan sebagai syarat iman .
Seseorang bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW:
“Ya Rasulallah, apa iman itu? ”

Rasulullah Muhammad SAW menjawab,
“Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai daripada apa pun selain keduanya .”

Dalam hadis yang lain, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik:
''Tidak beriman kamu sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai dari siapa pun selain mereka .

Kemudian dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,
“Tidak beriman kamu sebelum aku (Rasulullah) lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan seluruh umat manusia .”

Hadis di atas menjelaskan surat Al-Taubah ayat 24: Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". & Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang yang fasik.

Sumber cinta pertama adalah Allah, kemudian kita mencintai siapa saja yang dicintai Allah, termasuk rasul-Nya, dan mencintai apa yang dicintai oleh pencinta Allah, termasuk para sahabat & ahlul bait.

Karena itu, doa yang biasa kita baca adalah: “Ya Allah, kumohonkan kepada-Mu cinta`Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai`Mu, dan mencintai setiap amal yang membawa kami ke dekat`Mu...

Dan pula diriwayatkan dalam Hadits bukhari, saat Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan KEHARUSAN mencintai ALLAH & Rasul-NYA:

Maka Umar bin Khatab r.a. berkata:

“Wahai Rasulullah! Demi Allah! Engkau lebih aku cintai daripada Hartaku, keluargaku dan orang tuaku , kecuali dari diriku sendiri.” (Umar lebih mencintai dirinya sendiri dibanding Rasul)

Rasulullah Muhammad SAW menjawab:
“Tidak! Wahai Umar, bahkan aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”

Umar berkata:
“Jika begitu, Demi Allah! Engkau akan lebih aku cintai daripada diriku sendiri wahai Rasulullah !”

“Sejak sekarang,imanmu telah sempurna wahai umar!”
Tegas Rasulullah Muhammad SAW.
HR. Bukhari 6485, HR. Ahmad 22125

Dengan cinta Allah & Rasul melebihi segalanya, kita tidak menjadi benci pada orang tua, anak, suami/istri, keluarga,sesama muslim atau lainnya. Justru dengan cinta Allah & Rasul, maka kita diwajibkan untuk menghormati orang tua, meski orang tua kita masih belum juga mendapat hidayah Allah untuk menerima Islam.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia [*].

[*] Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

Dengan cinta Allah & Rasul melebihi segalanya, Justru Allah mewajibkan kita menyayangi seluruh muslimin muslimah dimuka bumi

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang muslim” (HR. Tirmidzi 1395, shahih)

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya" (HR. Muslim)

"Menyelamatkan Seorang Muslimin adalah kewajiban, jika mampu namun tidak memperdulikannya maka akan di adzab di Akhirat" (HR. Bukhari)

Saat Umar bin Khatab hendak umrah, Rasulullah Muhammad SAW berpesan: “Jangan lupakan kami dalam doamu wahai saudaraku!”

Hingga Umar pun berkata: “Kata-katanya sungguh membuatku amat bahagia, hingga dunia ini seolah-olah menjadi milikku.” HR.Tirmidzi, HR. Abu Dawud 1499, HR. Ahmad 196, HR. Ibnu Majah 2965

(Perhatikan, seorang bangsawan, pemimpin agung dan panglima yang amat perkasa, memanggil salah seorang muridnya dengan panggilan “Wahai saudaraku!”)

Umar lantas berangkat umrah, namun hatinya seakan tertinggal bersama Rasulullah Muhammad SAW dengan gelora cinta dan selaksa rindu padanya.

Kecintaan pun Nampak saat Islam dihina, diperangi, hingga Rasulullah Muhammad SAW terpaksa melawannya di Medan tempur. Lihatlah, apa yang mendorong Anas bin Nadhr r.a. untuk mempersiapkan pedangnya menyongsong perang Uhud? Padahal Sa’ad bin Mu’adz sempat berseru padanya: “Kembalilah engkau wahai Anas!”

Anas bin Nadhr menjawab: “Jangan kau cegah aku wahai Sa’ad! Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia! Aku ingin mendapatkan wanginya surga di pertempuran Uhud.”

Dan Anas pun syahid di medan perang, dan lebih dari delapan puluh tebasan pedang terukir di tubuhnya. HR. Bukhari 3960, HR. Tirmidzi 3322, HR. Ahmad 13367

Bukankah yang dilakukan karena kecintaannya tulus terhadap Allah?

Apa pula yang mendorong Hadzalah Al-Ghusail r.a., ketika meninggalkan istrinya di malam pertama pernikahannya demi menyambut panggilan JIHAD? Padahal dia masih dalam keadaan junub? Hingga ia syahid terbunuh di jalan Allah??? IA LEBIH MENCINTAI ALLAH & RASULNYA DIBANDING MALAM PERTAMA BERSAMA ISTRINYA!!! Ia korbankan jiwa, raga bahkan nyawa satu-satunya sebagai tanda kecintaan kepada Allah dan RasulNYA.

Rasulullah Muhammad SAW berkata di saat kesyahidannya seraya mengangkat mukanya ke langit dan memicingkan mata:

“Demi Dzat yang diriku ada pada kekuasaanNYA, sungguh aku benar-benar melihat malaikat memandikan Handzalah di antara langit dan bumi.” HR. Ibnu Sa’ad, Lihat Kitab Jam’I Al-Ahadits wal Marasil [6537], dan Kitab Al-Fathul Kabir [4538].

Bukankah ia melakukan semua itu karena cinta & memasrahkan jiwa raga hanya pada Allah & Rasul? Demi Allah, pengorbanan tenaga, pikiran, harta, jiwa & raga itu merupakan cinta yang paling agung & paling tinggi derajatnya.

Demikian pula Abdullah Al-Anshari, ayah Jabir. Ia kenakan pakaiannya, lalu memakai wangi-wangian setelah sebelumnya menghancurkan sarung pedangnya, lalu ia berangkat ke medan perang seraya memanjatkan doa.

Abdullah pergi ke medan perang, dan ia syahid disana. Jabir, anaknya, menangisi kematiannya, dan tangis itu berhenti saat Rasulullah Muhammad SAW berkata padanya:

“Janganlah kau tangisi ayahmu , sungguh, Malaikat tak henti-hentinya menaungi ayahmu dengan sayapnya, sampai ia diangkat ke langit.” HR. Bukhari 3991, HR. Muslim 6307 & 6308.

Rasulullah Muhammad SAW juga menyebutkan tentang kedudukan Abdullah: “Tidaklah Allah berbicara dengan seorang pun kecuali selalu dari balik tabir. Namun ketika kelak Allah menghidupkan ayahmu, Dia berbicara kepadanya dengan secara langsung tanpa halang. Allah akan berkata padanya: Mintalah kepada-KU, niscaya engkau akan kabulkan.”

Abdullah pun berkata: “Ya Rabb, hidupkan aku kembali, agar terbunuh di jalan-MU untuk yang kedua kalinya .” Namu Allah Azza wa Jalla menjawabnya: “Telah kuputuskan sejak dahulu, semua orang tak kan dikembalikan.” HR. Tirmidzi 3105, Ibnu Majah 194, Ibnu Hibban 6908, serta lihat pula dalam “Al-Misykat” 6246.

Demikianlah Allah akan memuliakan ruhnya, juga ruh-ruh lainnya yang terbunuh bersamanya, seperti disebutkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadits:

“Ruh-ruh mereka bagai burung-burung hijau, yang mempunyai sarang emas di bawah naungan ‘Arsy. Ia bisa berkeliling di dalam surga ke mana ia suka, untuk kemudian kembali lagi ke sarang-sarang emas itu.” HR. Muslim 4841, Tirmidzi 3106, Ad-Darimi 2412.

Sahabat Islam Bersatu Muallaf Berseru, siapakah yang mau menjual kehidupan ini dengan harga murah?

Sedangkan ia melihat ridha-MU adalah yang paling berharga,

Maka ia tukar kehidupan itu dengannya.

Itulah sahabat-sahabat Rasulullah Muhammad SAW dibina rasa cintanya. Abdullah bin Jahsy, mengalami hal yang serupa dengan Abdullah Al-Anshari, rela berkorban seluruh harta, jiwa, tenaga & bahkan nyawa untuk menggapai ridha-NYA.

Dalam HR.Thabrani, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

“Rabb-mu bergembira melihat tiga kelompok manusia.” Tentu dengan kegembiraan yang sesuai dengan keagungan-NYA, tidak boleh ditanyakan caranya, tidak boleh dibandingkan, tidak boleh pula diumpamakan dan tidak boleh pula dinafikan (ditiadakan).

Salah satu dari ketiga kelompok tersebut, kata beliau Rasulullah Muhammad SAW ialah:

“Seorang yang punya rasa cinta di hatinya, lalu bepergian bersama suatu rombongan hingga ia kelelahan di perjalanannya. Ketika rekan-rekannya beristirahat hingga mereka semua tertidur di atas tanah, laki-laki ini tidak turut tidur (bersama mereka).

Bahkan ia bergegas menuju air untuk berwudhu, lalu menghadap kiblat, selanjutnya ia menangis, berdoa dan bermunajat pada Allah Azza wa Jalla.

Maka Allah pun berseru pada malaikat-malaikatNYA:

Wahai malaikat-KU, lihatlah hamba-KU itu, ia tinggalkan tilam kasur yang empuk dan mantelnya yang hangat, menuju air yang dingin untuk berwudhu, kemudian ia berdoa kepada-KU. Aku bersaksi dihadapan kalian, sesungguhnya Aku telah mengampuni segala dosanya, dan Aku akan memasukkannya ke dalam surga.”

Tahukah saudara bahwa di arab itu tak hanya identik dengan panas & gersangnya gurun? Namun musim dingin pun terdapat di jazirah arab antara bulan Oktober hingga Februari?

Suhu udara pun dapat terasa dingin sekali, terutama saat angin bertiup kencang. Tak perduli meski musim dingin, air serasa air es dari kulkas pendingin, wudhu di subuh hari & akhir malam saat akan bertahajjud tetaplah dijalankan.

Bukankah apa yang diperbuat laki-laki itu karena cinta? Ya, bahkan cinta diatas segala cintanya cinta.

Di masa ini, perjuangan sangatlah diperlukan untuk membangun kembali masyarakat Islamy secara kaffah di semua aspek kehidupan. Seorang muslim tak kan mencapai kesempurnaan iman jika ia tidak berkorban untuk Islam. Allah berfirman dalam kitabnya:

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai . dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya. QS. 3 Ali ‘Imran: 92

Allah sama sekali tidak memerlukan hartamu, namun ketakwaan, keikhlasan, kecintaan & pengorbanan kita lah yang diingini. Dan sebetulnya itu semua pun bagi diri kita, bagi kebaikan kita, dan semua kebaikan, pahala & ridha Allah akan kembali pada kita.

PENGORBANAN HARTA IALAH BUKTI NYATA TANDA CINTA

5. Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar , Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS FAATHIR:5)

QS.4 An-nisaa’: 95. Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya . Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk[*] satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[**] dengan pahala yang besar,

[*] Maksudnya: ORANG YANG TIDAK SAKIT TAPI TIDAK PULA MEMPUNYAI JANJI/KEINGINAN/NIAT DIHATI UNTUK BERPERANG & HANYA BERIBADAH UNTUK DIRINYA SENDIRI, TIDAK MEMIKIRKAN SAUDARA LAIN MENJADI KAFIR/BERBUAT MAKSIAT.

[**] Maksudnya: yang tidak SAKIT TAPI TIDAK PULA BERJUANG tanpa alasan, TIDAK MEMILIKI NIAT/KEINGINAN SAMA SEKALI UNTUK BERJUANG DENGAN HARTA & JIWA, HANYA BERIBADAH UNTUK DIRI SENDIRI TANPA MEMIKIRKAN SAUDARA LAINNYA. sebagian ahli tafsir mengartikan qaa'idiin di sini sama dengan arti qaa'idiin Maksudnya: yang tidak berperang karena uzur.

Dunia ini adalah ladang bagi akhirat. HR. Muslim

Semua muslim, mukmin, munafik & kafir akan menyesal di akhirat.

Kafir menyesal ingin hidup lagi ke dunia
Untuk menjadi Muslim yang taat

Munafik menyesal ingin hidup lagi ke dunia
Untuk menjadi Muslim yang kaffah

Mukmin menyesal ingin hidup lagi di dunia
Sebab kurang amal untuk capai tingginya surga

Para Sahabat pun menyesal ingin hidup lagi di dunia
Agar dapat berjuang lagi & mati syahid di jalan-NYA

Dari itu saudara saudari Jangan tunda amal, berjuanglah dan ingatlah saudara kita di syiria, palestine,burma dan dunia umumnya, Niatkanlah mulai detik ini Istiqomahlah, mohon perlindungan Allah dari godaan setan Mohon petunjuk Allah agar tetap di jalan yang lurus

QS. Taubah:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar . (QS. AT-TAUBAH)

Bahkan, Allah mengatakan bahwa jika kita tidak menafkahkan sebagian rezeki Allah, maka kita bukan termasuk orang-orang yang beriman.

QS.49 Al-Hujuraat (Kamar-kamar): 15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah . Mereka Itulah orang-orang yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar