QS.9 Taubah:24. Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan
yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan
tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan
RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang FASIK.
Mencintai ALLAH dan Rasul-Nya melebihi
dari segalanya adalah jalan menuju keselamatan yang hakiki. ALLAH,
Dialah yang paling berhak untuk dicintai, yang lebih patut menjadi
labuhan hati dibandingkan orang tua, anak, bahkan diri sendiri. Inilah
maqom tertinggi berbagai tingkatan cinta bagi para pencari cinta.
MERUGILAH ORANG YANG MENCINTAI LAINNYA LEBIH DARI CINTA PADA ALLAH & RASUL-NYA
QS.9 Taubah:120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan
orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut
menyertai Rasulullah dan tidak patut bagi mereka lebih mencintai diri
mereka daripada mencintai diri rasul ...
“Saat seorang bertanya
kepada Rasulullah SAW tentang hari kiamat, beliau menjawab dengan
sebuah pertanyaan, “Apa yang sudah kau persiapkan untuknya?” Orang itu
menjawab, ‘Tidak ada lain kecuali bahwa saya mencintai ALLAH dan
Rasul-Nya.’ Rasulullah bersabda : ‘Engkau beserta orang yang engkau
cintai . ” (HR. Bukhari Muslim)
Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Qur’an surat ke 49 Hujuraat: 7-8
7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia
menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat
kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan
menjadikan keimanan itu INDAH di dalam hatimu serta menjadikan kamu
benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah
orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
8. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Sungguh cinta kita kepada kedua orang tua, keluarga dan dunia tidak
boleh melebihi cinta kita kepada Rasul-Nya, yaitunabi Muhammad SAW. Dari
Anas ra., dia berkata bahwa Nabi bersabda :
QS.33 Ahzab:6.
Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri
dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka . Dan orang-orang yang
mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di
dalam kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang
Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik[*] kepada saudara-saudaramu.
Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab.
[*]Berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta.
Kecintaan kita pada Rasulullah itu mengikuti kecintaan kita pada ALLAH SWT. Dan ini merupakan buah kecintaan kita kepada-Nya.
Saat Rasulullah Muhammad SAW tiba di madinah, orang-orang yahudi
menghampirinya seraya pura-pura bersin di hadapan beliau, kemudian
mereka berkata: “Kami mencintai Allah, tapi kami tidak akan
mengikutimu.”
Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka
ikutilah aku , niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. QS.3
Ali Imran:31
Jika seorang mempunyai kekasih, tentu ia akan
berusaha menjadi seperti apa yang diinginkan dambaannya itu. Maka tak
jarang kita melihat seorang yang tadinya brutal menjadi baik, yang
tadinya nakal menjadi saleh, yang tadinya hura-hura menjadi bersahaja,
yang tadinya tidak peduli sesama muslimin kini menjadi peduli.
Kecintaan pada Allah ialah Rasull terbukti dari ketaatannya menjalankan
perintah & menjauhi larangan tanpa paksaan, ia terbukti pula dari
pengorbanannya pada Islam, baik berupa tenaga, fikiran, waktu, harta,
jiwa, raga dan bahkan nyawa.
Bangun pagi yang dipikirkan ialah umat & Islam
Akan tidur yang dipikirkan ialah bagaimana Islam dapat bangkit
Saat ada waktu luang yang dipikirkan ialah permasalahan umat
Ingin sekali semua orang beriman & berislam secara kaffah
Ingin sekali semua orang selamat dari neraka
Sedih melihat kanan kirinya diadzab gempa karena bermaksiat
Sendu melihat saudaranya Islam keturunan belum shaleh / shaliha
Pilu menyaksikan saudara lain murtad menjadi kafir,
Sakit dan mendidih darah jika mengetahui saudara muslim Dibantai,dihinakan
Saat akan tidur pun dia niatkan sebagai istirahat untuk menghimpun kembali tenaga dalam berjuang dijalan-NYA
“TIDAK BERIMAN salah seorang dari kalian sehingga aku lebih dicintai
daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
QS. 9 Taubah: 128. Sungguh telah datang kepadamu
seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu,
sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu , Amat belas
kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Saking cinta pada kita, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
“Setiap Nabi diberi doa yang pasti akan dikabulkan oleh Allah, namun
aku menyimpan doa itu agar dihari kiamat dapat kugunakan untuk
menyelamatkan umatku.” HR. Muslim
Jika ingin, Rasulullah
Muhammad SAW dapat meminta doa yang membuatnya tenar dan terhebat
diantara para Nabi, namun beliau tidak melakukannya, beliau Rasulullah
Muhammad SAW menyimpannya untuk kita dihari akhir nanti.
Nabi saw telah menjadikan kecintaan sebagai syarat iman .
Seseorang bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW:
“Ya Rasulallah, apa iman itu? ”
Rasulullah Muhammad SAW menjawab,
“Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai daripada apa pun selain keduanya .”
Dalam hadis yang lain, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik:
''Tidak beriman kamu sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai dari siapa pun selain mereka .
Kemudian dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,
“Tidak beriman kamu sebelum aku (Rasulullah) lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan seluruh umat manusia .”
Hadis di atas menjelaskan surat Al-Taubah ayat 24: Katakanlah: "Jika
bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu,
harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri
kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu
cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". & Allah tidak
memberi petunjuk pada orang-orang yang fasik.
Sumber cinta
pertama adalah Allah, kemudian kita mencintai siapa saja yang dicintai
Allah, termasuk rasul-Nya, dan mencintai apa yang dicintai oleh pencinta
Allah, termasuk para sahabat & ahlul bait.
Karena itu, doa
yang biasa kita baca adalah: “Ya Allah, kumohonkan kepada-Mu cinta`Mu
dan mencintai orang-orang yang mencintai`Mu, dan mencintai setiap amal
yang membawa kami ke dekat`Mu...
Dan pula diriwayatkan dalam Hadits bukhari, saat Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan KEHARUSAN mencintai ALLAH & Rasul-NYA:
Maka Umar bin Khatab r.a. berkata:
“Wahai Rasulullah! Demi Allah! Engkau lebih aku cintai daripada
Hartaku, keluargaku dan orang tuaku , kecuali dari diriku sendiri.”
(Umar lebih mencintai dirinya sendiri dibanding Rasul)
Rasulullah Muhammad SAW menjawab:
“Tidak! Wahai Umar, bahkan aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”
Umar berkata:
“Jika begitu, Demi Allah! Engkau akan lebih aku cintai daripada diriku sendiri wahai Rasulullah !”
“Sejak sekarang,imanmu telah sempurna wahai umar!”
Tegas Rasulullah Muhammad SAW.
HR. Bukhari 6485, HR. Ahmad 22125
Dengan cinta Allah & Rasul melebihi segalanya, kita tidak menjadi
benci pada orang tua, anak, suami/istri, keluarga,sesama muslim atau
lainnya. Justru dengan cinta Allah & Rasul, maka kita diwajibkan
untuk menghormati orang tua, meski orang tua kita masih belum juga
mendapat hidayah Allah untuk menerima Islam.
Dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu
berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang
di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam
pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia [*].
[*]
Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi
mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar
daripada itu.
Dengan cinta Allah & Rasul melebihi
segalanya, Justru Allah mewajibkan kita menyayangi seluruh muslimin
muslimah dimuka bumi
“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang muslim” (HR. Tirmidzi 1395, shahih)
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, (dia) tidak
menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak
menghinanya" (HR. Muslim)
"Menyelamatkan Seorang Muslimin
adalah kewajiban, jika mampu namun tidak memperdulikannya maka akan di
adzab di Akhirat" (HR. Bukhari)
Saat Umar bin Khatab hendak umrah, Rasulullah Muhammad SAW berpesan: “Jangan lupakan kami dalam doamu wahai saudaraku!”
Hingga Umar pun berkata: “Kata-katanya sungguh membuatku amat bahagia,
hingga dunia ini seolah-olah menjadi milikku.” HR.Tirmidzi, HR. Abu
Dawud 1499, HR. Ahmad 196, HR. Ibnu Majah 2965
(Perhatikan,
seorang bangsawan, pemimpin agung dan panglima yang amat perkasa,
memanggil salah seorang muridnya dengan panggilan “Wahai saudaraku!”)
Umar lantas berangkat umrah, namun hatinya seakan tertinggal bersama
Rasulullah Muhammad SAW dengan gelora cinta dan selaksa rindu padanya.
Kecintaan pun Nampak saat Islam dihina, diperangi, hingga Rasulullah
Muhammad SAW terpaksa melawannya di Medan tempur. Lihatlah, apa yang
mendorong Anas bin Nadhr r.a. untuk mempersiapkan pedangnya menyongsong
perang Uhud? Padahal Sa’ad bin Mu’adz sempat berseru padanya:
“Kembalilah engkau wahai Anas!”
Anas bin Nadhr menjawab:
“Jangan kau cegah aku wahai Sa’ad! Demi Allah yang tiada Tuhan selain
Dia! Aku ingin mendapatkan wanginya surga di pertempuran Uhud.”
Dan Anas pun syahid di medan perang, dan lebih dari delapan puluh
tebasan pedang terukir di tubuhnya. HR. Bukhari 3960, HR. Tirmidzi 3322,
HR. Ahmad 13367
Bukankah yang dilakukan karena kecintaannya tulus terhadap Allah?
Apa pula yang mendorong Hadzalah Al-Ghusail r.a., ketika meninggalkan
istrinya di malam pertama pernikahannya demi menyambut panggilan JIHAD?
Padahal dia masih dalam keadaan junub? Hingga ia syahid terbunuh di
jalan Allah??? IA LEBIH MENCINTAI ALLAH & RASULNYA DIBANDING MALAM
PERTAMA BERSAMA ISTRINYA!!! Ia korbankan jiwa, raga bahkan nyawa
satu-satunya sebagai tanda kecintaan kepada Allah dan RasulNYA.
Rasulullah Muhammad SAW berkata di saat kesyahidannya seraya mengangkat mukanya ke langit dan memicingkan mata:
“Demi Dzat yang diriku ada pada kekuasaanNYA, sungguh aku benar-benar
melihat malaikat memandikan Handzalah di antara langit dan bumi.” HR.
Ibnu Sa’ad, Lihat Kitab Jam’I Al-Ahadits wal Marasil [6537], dan Kitab
Al-Fathul Kabir [4538].
Bukankah ia melakukan semua itu karena
cinta & memasrahkan jiwa raga hanya pada Allah & Rasul? Demi
Allah, pengorbanan tenaga, pikiran, harta, jiwa & raga itu merupakan
cinta yang paling agung & paling tinggi derajatnya.
Demikian pula Abdullah Al-Anshari, ayah Jabir. Ia kenakan pakaiannya,
lalu memakai wangi-wangian setelah sebelumnya menghancurkan sarung
pedangnya, lalu ia berangkat ke medan perang seraya memanjatkan doa.
Abdullah pergi ke medan perang, dan ia syahid disana. Jabir, anaknya,
menangisi kematiannya, dan tangis itu berhenti saat Rasulullah Muhammad
SAW berkata padanya:
“Janganlah kau tangisi ayahmu , sungguh,
Malaikat tak henti-hentinya menaungi ayahmu dengan sayapnya, sampai ia
diangkat ke langit.” HR. Bukhari 3991, HR. Muslim 6307 & 6308.
Rasulullah Muhammad SAW juga menyebutkan tentang kedudukan Abdullah:
“Tidaklah Allah berbicara dengan seorang pun kecuali selalu dari balik
tabir. Namun ketika kelak Allah menghidupkan ayahmu, Dia berbicara
kepadanya dengan secara langsung tanpa halang. Allah akan berkata
padanya: Mintalah kepada-KU, niscaya engkau akan kabulkan.”
Abdullah pun berkata: “Ya Rabb, hidupkan aku kembali, agar terbunuh di
jalan-MU untuk yang kedua kalinya .” Namu Allah Azza wa Jalla
menjawabnya: “Telah kuputuskan sejak dahulu, semua orang tak kan
dikembalikan.” HR. Tirmidzi 3105, Ibnu Majah 194, Ibnu Hibban 6908,
serta lihat pula dalam “Al-Misykat” 6246.
Demikianlah Allah
akan memuliakan ruhnya, juga ruh-ruh lainnya yang terbunuh bersamanya,
seperti disebutkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadits:
“Ruh-ruh mereka bagai burung-burung hijau, yang mempunyai sarang emas
di bawah naungan ‘Arsy. Ia bisa berkeliling di dalam surga ke mana ia
suka, untuk kemudian kembali lagi ke sarang-sarang emas itu.” HR. Muslim
4841, Tirmidzi 3106, Ad-Darimi 2412.
Sahabat Islam Bersatu Muallaf Berseru, siapakah yang mau menjual kehidupan ini dengan harga murah?
Sedangkan ia melihat ridha-MU adalah yang paling berharga,
Maka ia tukar kehidupan itu dengannya.
Itulah sahabat-sahabat Rasulullah Muhammad SAW dibina rasa cintanya.
Abdullah bin Jahsy, mengalami hal yang serupa dengan Abdullah
Al-Anshari, rela berkorban seluruh harta, jiwa, tenaga & bahkan
nyawa untuk menggapai ridha-NYA.
Dalam HR.Thabrani, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
“Rabb-mu bergembira melihat tiga kelompok manusia.” Tentu dengan
kegembiraan yang sesuai dengan keagungan-NYA, tidak boleh ditanyakan
caranya, tidak boleh dibandingkan, tidak boleh pula diumpamakan dan
tidak boleh pula dinafikan (ditiadakan).
Salah satu dari ketiga kelompok tersebut, kata beliau Rasulullah Muhammad SAW ialah:
“Seorang yang punya rasa cinta di hatinya, lalu bepergian bersama
suatu rombongan hingga ia kelelahan di perjalanannya. Ketika
rekan-rekannya beristirahat hingga mereka semua tertidur di atas tanah,
laki-laki ini tidak turut tidur (bersama mereka).
Bahkan ia
bergegas menuju air untuk berwudhu, lalu menghadap kiblat, selanjutnya
ia menangis, berdoa dan bermunajat pada Allah Azza wa Jalla.
Maka Allah pun berseru pada malaikat-malaikatNYA:
Wahai malaikat-KU, lihatlah hamba-KU itu, ia tinggalkan tilam kasur
yang empuk dan mantelnya yang hangat, menuju air yang dingin untuk
berwudhu, kemudian ia berdoa kepada-KU. Aku bersaksi dihadapan kalian,
sesungguhnya Aku telah mengampuni segala dosanya, dan Aku akan
memasukkannya ke dalam surga.”
Tahukah saudara bahwa di arab
itu tak hanya identik dengan panas & gersangnya gurun? Namun musim
dingin pun terdapat di jazirah arab antara bulan Oktober hingga
Februari?
Suhu udara pun dapat terasa dingin sekali, terutama
saat angin bertiup kencang. Tak perduli meski musim dingin, air serasa
air es dari kulkas pendingin, wudhu di subuh hari & akhir malam saat
akan bertahajjud tetaplah dijalankan.
Bukankah apa yang diperbuat laki-laki itu karena cinta? Ya, bahkan cinta diatas segala cintanya cinta.
Di masa ini, perjuangan sangatlah diperlukan untuk membangun kembali
masyarakat Islamy secara kaffah di semua aspek kehidupan. Seorang muslim
tak kan mencapai kesempurnaan iman jika ia tidak berkorban untuk Islam.
Allah berfirman dalam kitabnya:
Kamu sekali-kali tidak sampai
kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu
cintai . dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah
mengetahuinya. QS. 3 Ali ‘Imran: 92
Allah sama sekali tidak
memerlukan hartamu, namun ketakwaan, keikhlasan, kecintaan &
pengorbanan kita lah yang diingini. Dan sebetulnya itu semua pun bagi
diri kita, bagi kebaikan kita, dan semua kebaikan, pahala & ridha
Allah akan kembali pada kita.
PENGORBANAN HARTA IALAH BUKTI NYATA TANDA CINTA
5. Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar , Maka
sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali
janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
(QS FAATHIR:5)
QS.4 An-nisaa’: 95. Tidaklah sama antara mukmin
yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur
dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan
jiwanya . Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan
jiwanya atas orang-orang yang duduk[*] satu derajat. kepada
masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan
Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[**]
dengan pahala yang besar,
[*] Maksudnya: ORANG YANG TIDAK SAKIT
TAPI TIDAK PULA MEMPUNYAI JANJI/KEINGINAN/NIAT DIHATI UNTUK BERPERANG
& HANYA BERIBADAH UNTUK DIRINYA SENDIRI, TIDAK MEMIKIRKAN SAUDARA
LAIN MENJADI KAFIR/BERBUAT MAKSIAT.
[**] Maksudnya: yang tidak
SAKIT TAPI TIDAK PULA BERJUANG tanpa alasan, TIDAK MEMILIKI
NIAT/KEINGINAN SAMA SEKALI UNTUK BERJUANG DENGAN HARTA & JIWA, HANYA
BERIBADAH UNTUK DIRI SENDIRI TANPA MEMIKIRKAN SAUDARA LAINNYA. sebagian
ahli tafsir mengartikan qaa'idiin di sini sama dengan arti qaa'idiin
Maksudnya: yang tidak berperang karena uzur.
Dunia ini adalah ladang bagi akhirat. HR. Muslim
Semua muslim, mukmin, munafik & kafir akan menyesal di akhirat.
Kafir menyesal ingin hidup lagi ke dunia
Untuk menjadi Muslim yang taat
Munafik menyesal ingin hidup lagi ke dunia
Untuk menjadi Muslim yang kaffah
Mukmin menyesal ingin hidup lagi di dunia
Sebab kurang amal untuk capai tingginya surga
Para Sahabat pun menyesal ingin hidup lagi di dunia
Agar dapat berjuang lagi & mati syahid di jalan-NYA
Dari itu saudara saudari Jangan tunda amal, berjuanglah dan ingatlah
saudara kita di syiria, palestine,burma dan dunia umumnya, Niatkanlah
mulai detik ini Istiqomahlah, mohon perlindungan Allah dari godaan setan
Mohon petunjuk Allah agar tetap di jalan yang lurus
QS.
Taubah:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin
diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka
berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. janji
yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah
yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah
dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan
yang besar . (QS. AT-TAUBAH)
Bahkan, Allah mengatakan bahwa
jika kita tidak menafkahkan sebagian rezeki Allah, maka kita bukan
termasuk orang-orang yang beriman.
QS.49 Al-Hujuraat
(Kamar-kamar): 15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah
orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka
tidak ragu-ragu dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka pada
jalan Allah . Mereka Itulah orang-orang yang benar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar